Prinsip-prinsip
Komunikasi :
1. Prinsip pertama,
Komunikasi adalah proses simbolik
- Susanne
K. Langer, salah satu kebutuhan pokok manusia
adalah kebutuhan akan penggunaan lambang/simbol.
- Ernst Cassirer, keunggulan manusia atas mahluk
lain adalah keistimewaan mereka sebagai Animal Symbolicum.
-
Lambang atau simbol adalah sesuatu yang
digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok
orang.
-
lambang
meliputi : kata-kata (pesan verbal), perilaku non verbal, dan objek yang
maknanya disepakati bersama.
-
Misal : pasang bendera untuk memperingati hari
proklamasi.
-
Apa saja bisa dijadikan lambang, bergantung pada
kesepakatan bersama. Lambang partai misal : kepala banteng untuk PDIP, pohon
beringin untuk partai golkar, selain itu : ukuran baju : X, L, M, XL, S.
-
Makanan bisa juga dijadikan simbolik, misal :
banyak orang makan di KFC, Mc.Donald, Pizza hut, dunkin donut, dll bukan karena
mereka benar-benar menyukai makanannya melainkan karena makan di tempat seperti
itu memberi mereka status tertentu. Padahal di negara asalnya Amerika Serikat
justru orang kelas menengah ke bawah yang makan tempat-tempat tersebut.
-
Lokasi tempat tinggal juga bisa menjadi simbolis
tertentu bagi penghuninya. Di kota besar orang sudah banyak yang lebih memilih
tinggal di apartemen daripada di perumahan biasa.
-
Sebagian orang percaya bahwa angka tertentu
mengandung makna tertentu, misal :
kualitas, kekuatan, keberuntungan ataupun kesialan.
-
Misal : angka 9 atau 10 seperti huruf A pada
ujian mahasiswa seringkali diasosiasikan dengan kualitas atau prestasi yang
bagus. Namun angka rendah pada urutan 1,2,3, justru menunjukan kualitas
tertinggi bila digunakan untuk mengukur
calon anggota DPR atau DPRD.
-
Angka 7 atau 17
sering dianggap angka keberuntungan.
-
Sebagai satu-satunya mahluk yang menggunakan
lambang, manusia seringkali lebih mementingkan lambang daripada hakikat yang
dilambangkannya
-
Lambang pada dasarnya tidak mempunyai makna,
tetapi kita yang memberi makna pada lambang. Maksudnya : makna sebenarnya ada
di kepala kita bukan terletak pada lambang itu sendiri.
-
Menurut S.I Hayakawa hewan memperebutkan makanan
dan kepemimpinan namun mereka tidak seperti manusia, tidak memperebutkan
lambang-lambang seperti uang, saham, gelar, tanda pangkat, dll. Sebagian orang
bahkan menggadaikan harga diri mereka pada lambang-lambang tertentu seperti
model rambut,model pakaian, merk-merk tertentu, bahkan gelar bidang akademik
kalau perlu mereka beli.
-
Meski tidak ada hubungan alami antara lambang
dengan yang dilambangkannya banyak orang menganggap bahwa terdapat hubungan
demikian.
-
Lambang itu bervariasi, dari satu budaya ke
budaya lainnya, dari satu tempat ke tempat lain, dari konteks satu ke konteks
lain. Begitu juga makna yang diberikan kepada lambang tersebut.
-
Di Indonesia dikenal istilah buku, di Inggris Book,
jepang disebut Hon, di jerman buch, Belanda Boek, dan
orang arab menamakan buku sebagai kitab.
-
Istilah lengser pada jaman dulu sebenarnya
merujuk pada mundurnya seorang raja dari tahta namun dengan cara mulia dan
terhormat.
-
Kini istilah lengser bahkan digunakan untuk
mundurnya pejabat karena didemo, dipaksa dan dihujat rakyat.
2. Prinsip kedua,
setiap perilaku memiliki potensi komunikasi
¢
We can not communicate,tidak berarti
bahwa semua perilaku adalah komunikasi. Komunikasi terjadi bila seseorang
memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.
¢
Coba minta seseorang untuk tidak berkomunikasi,
amat sulit karena setiap perilakunya punya potensi untuk ditafsirkan. Kalau ia
tersenyum ditafsirkan bahagia, cemberut ditafsirkan ngambek. Bahkan ketika
berdiam diri sekalipun itu berpotensi mengkomunikasikan banyak pesan.
¢
Orang lain mungkin menafsirkan diam kita sebagai
malu, segan, ragu-ragu, tidak setuju,tidak peduli, marah bahkan malas atau pun
bodoh.
3. Prinsip
komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan
-
Dimensi isi disandi secara verbal, sementara
dimensi hubungan disandi secara non verbal.
- Dimensi isi menunjukan muatan (isi) komunikasi
yaitu apa yang dikatakan.
- Sedangkan dimensi hubungan menunjukan bagaimana
cara mengatakannya juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta
komunikasi dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.
- Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja.
-
kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komunikasi. Meskipun kita
sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, namun
perilaku kita potensial ditafsirkan oleh orang lain. Kita tidak dapat
mengendalikan orang lain untuk menafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita
5. Prinsip 5 :
Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
- Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak
komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana
proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan
komunikasi itu berlangsung.
- Makna pesan juga bergantung pada konteks
fisik dan ruang (termasuk iklim,suhu, intensitas cahaya), waktu, sosial dan
psikologis.
¢
Topik yang lazim dibicarakan di rumah, tempat
hiburan, tempat kerja seperti lelucon acara TV,mobil , bisnis sangat tidak etis
dibicarakan di mesjid. Tertawa terbahak-bahak, memakai pakaian dengan warna
menyala dianggap sebagai perilaku non verbal yang masih dianggap wajar di suatu
pesta, namun dipersepsi kurang beradab andai dilakukan di acara pemakaman.
¢
Waktu mempengaruhi makna terhadap suatu pesan,
misal dering telpon di malam hari akan dipersepsi lain dibandingkan jika telpon
berdering di siang hari.
¢
Kehadiran orang lain sebagai konteks sosial juga
akan mempengaruhi orang yang berkomunikasi. Contoh dua orang yang sedang
berselisih akan merasa canggung bila tidak ada orang lain diantara mereka.namun
hubungan mereka akan sedikit mencair bila ada satu atau beberapa orang diantara
mereka.
¢
Suasana psikologis juga mempengaruhi suasana
komunikasi. Komentar seorang isteri akan kenaikan harga sembako dan kurangnya
uang belanja dari suami mungkin akan ditanggapi dengan kepala dingin jika
disampaikan dalam keadaan biasa atau keadaan santai. Namun akan lain andai
disampaikan saat suami baru pulang kerja dan baru dimarahi habis-habisan oleh
atasannya.
6. Prinsip 6 :
Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi :
-
Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan
efek perilaku komunikasi mereka. Dengan kata lain juga terikat oleh aturan atau
tata krama.
-
Artinya orang memilih strategi tertentu
berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespons. Prediksi ini
tidak selalu disadari dan sering berlangsung cepat. Kita dapat memprediksi
perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya.
-
kita
tidak dapat menyapa orangtua, dosen,bos dengan ‘kamu’ atau ‘elu’, kecuali bila
anda bersedia menerima resikonya misal dianggap sebagai orang kurang ajar.
-
Kita juga tahu apa yang harus kita katakan
(terima kasih) ketika menerima hadiah dari orang lain atau ketika anda
menyenggol seseorang dengan sengaja (maaf).
-
Prinsip ini mengasumsikan bahwa hingga derajat
tertentu ada keteraturan pada perilaku komunikasi manusia. Dengan kata lain
perilaku manusia minimal secara parsial dapat diramalkan.
-
Kalau semua perilaku manusia itu bersifat acak,
selalu tanpa diduga hidup kita akan sulit. Setiap bangun tidur kita akan merasa
takut dan cemas karena kita tidak dapat menduga apa yang akan orang lakukan
terhadap kita.
7. Prinsip 7 :
Komunikasi itu bersifat sistemik : komunikasi ada 2 sistem , internal dan
external .
-
Didalam diri setiap individu terdiri dari sisi
internal yang dipengaruhi oleh latar belakang adat, pengalaman dan pendidikan.
Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal
tersebut.
- Sisi internal adalah sistem nilai yang
dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi yang ia serap
selama sosialisasinya dalam berbagai lingkungan sosialnya (keluarga, masyarakat
setempat, kelompok suku, kelompok agama, lembaga pendidikan, kelompok sebaya,
tempat kerja dsb).
- Istilah lain yang identik dengan sistem
internal adalah kerangka rujukan, bidang
pengalaman, pola pikir, sikap.
¢
Pendeknya sistem internal ini mengandung unsur
yang membentuk individu yang unik,
termasuk ciri-ciri kepribadian, intelegensi, pendidikan, pengetahuan,agama,
bahasa, motif, keinginan, cita-cita dan semua pengalaman masa lalu yang pada
dasarnya tersembunyi.
¢
Berbeda dengan sistem internal, sistem eksternal
terdiri dari unsur-unsur dalam
lingkungan diluar individu, termasuk kata-kata yang ia pilih untuk berbicara,
isyarat fisik peserta komunikasi,
kegaduhan di sekitarnya, penataan ruangan, cahaya, dan temperatur ruangan.
¢
Misalnya : bagi orang yang sedang patah hati,
nyanyian sentimentil membuatnya mengharu biru dan menitikan air mata, sementara
bagi orang didekatnya lagu itu bisa saja menyebalkan karena bersifat cengeng.
¢
Maka dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah
produk dari perpaduan antara sistem internal dan sistem eksternal.
¢
Lingkungan dan objek mempengaruhi komunikasi
kita, namun persepsi kita atas lingkungan kita juga mempengaruhi cara kita
berperilaku.
8. Prinsip 8 :
Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi
-
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang
hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang
berkomunikasi).
-
Misal : penjual yang datang ke rumah untuk
mempromosikan barang dianggap telah melakukan komunikasi efektif bila akhirnya
tuan rumah membeli barang ia tawarkan sesuai dengan barang yang dibelinya.
-
Makna suatu pesan, baik verbal maupun non verbal
pada dasarnya terikat budaya. Makna penuh suatu humor dalam bahasa daaerah
hanya akan dapat dimengerti oleh penutur asli bahasa bersangkutan. Penutur asli
akan tertawa terbahak-bahak mendengar humor tersebut, sementara orang lain
mungkin akan bengong meskipun mereka secara harfiah memahami kata-kata dalam
humor tersebut.
-
Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari
suku yang sama, maka ada kecenderungan
dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan.
Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling
dipertukarkan.
9. Prinsip 9 :
Komunikasi bersifat nonsekuensial
- Proses komunikasi
bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon
atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan
dimengerti.
- Beberapa pakar komunikasi mengakui sifat
sirkuler atau 2 arah komunikasi, seperti Frank Dance, Kincaid dan Schramm
menyebut model komunikasi antar manusia yang memusat.
Komunikasi sirkuler ditandai
beberapa hal berikut :
1. Orang-orang yang berkomunikasi dianggap setara,
misal : komunikator A dan komunikator B bukan sender dan receiver. Dengan kata lain mereka mengirim dan menerima
pesan pada saat yang sama.
2. Proses komunikasi berjalan timbal balik (dua
arah), karena itu modelnya pun tidak lagi ditandai dengan suatu garis lurus
bersifat linier (satu arah).
3. Dalam praktiknya, kita tidak lagi membedakan
pesan dengan umpan balik, karena pesan komunikator A sekaligus umpan balik bagi
komunikator B, dan sebaliknya umpan balik B sekaligus merupakan pesan B ,
begitu seterusnya.
4. Komunikasi yang terjadi sebenarnya jauh lebih
rumit, misalnya komunikasi antara dua orang juga sebenarnya simultan melibatkan komunikasi dengan diri sendiri
(berfikir) sebagai mekanisme untuk menanggapi pihak lainnya.
10. Prinsip10 :
Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
- Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi
adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada
proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang
melakukan komunikasi.
-
komunikasi tidak mempunyai awal dan tidak
mempunyai akhir, melainkan merupakan proses yang berkesinambungan (continuous).
- Implikasi dari komunikasi sebagai proses
yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah
dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan serta perilakunya.
¢
Ada orang yang perubahannya sedikit demi sedikit
dari waktu ke waktu tetapi perubahan
akhirnya secara kumulatif sangat besar.
¢
Namun ada juga orang yang berubah secara
tiba-tiba, melalui cuci otak atau konversi agama misal dari seorang nasionalis
menjadi komunis atau dari seorang hindu menjadi kristen atau muslim.
¢
Sebetulnya para peserta komunikasi merupakan
sumber informasi dan masing-masing memberi serta menerima pesan secara bersamaan/serentak.
Lebih lanjut lagi keduanya pada saat yang sama saling mempengaruhi.
¢
Pandangan dinamis dan transaksional memberi
penekanan bahwa anda mengalami perubahan sebagai hasil terjadinya komunikasi.
¢
Penelitian menunjukan bahwa bila anda berusaha
membujuk orang lain, maka seringkali anda menjadi orang yang paling terbujuk.
Contoh : Alcoholics anonymous (organisasi penampung pecandu alkohol yang
ingin sembuh di USA) telah mempraktekan prinsip ini selama bertahun-tahun.
¢
Orang yang mengangkat suara di tengah suatu
pertemuan serta membujuk orang lain agar tidak mabuk, pada saat yang sama
berusaha keras untuk membujuk dirinya untuk tidak mabuk.
¢
Jadi perspektif transaksional memberi penekanan pada dua sifat peristiwa komunikasi
yaitu serentak dan saling mempengaruhi. Para pesertanya menjadi saling
bergantung dan komunikasi mereka hanya dapat dianalisa berdasarkan konteks
peristiwa
11. Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible
Suatu perilaku adalah suatu
peristiwa, karena merupakan suatu peristiwa, perilaku berlangsung dalam waktu
dan tidak dapat diambil kembali.
Setiap orang yang melakukan
proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang
ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali,
jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak
akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.
12. Prinsip 12 : komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai
masalah
¢
Banyak persoalan dan konflik antar manusia
disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi bukanlah panasea (obat
mujarab) untuk menyelesaikan konflik, karena persoalan/konflik mungkin
berkaitan dengan masalah struktural.
¢
Agar komunikasi efektif, kendala struktural ini
juga harus diatasi. Misal ; meski pemerintah bersusah payah menjalin komunikasi
dengan warga Aceh dan warga papua, usaha tersebut tidak mungkin berhasil bila
pemerintah memberlakukan masyarakat di wilayah tersebut secara tidak adil,
dengan merampas kekayaan alam mereka dan mengangkutnya ke pusat.
¢
Komunikasi antar berbagai etnik baik warga
tionghoa dengan warga pribumi, antara suku madura dengan suku dayak di sambas,
juga tidak akan efektif bila masih ada gap kesenjangan ekonomi yang lebar
antara pihak-pihat tersebut. Juga bila pihak-pihak tertentu tidak memperoleh
akses atau mengalami diskriminasi dalam lapangan pekerjaan yang seharusnya
terbuka juga bagi mereka.
¢
Hubungan warga tionghoa dengan pribumi akan
semakin baik bila mereka diperbolehkan jadi PNS, atau anggota TNI, tidak hanya
sebagai pedagang atau pegawai bank swasta seperti yang terjadi saat ini.
Cara berkomunikasi verbar di depan banyak orang supaya tidak gugup bagimana bu tipsnya ?
BalasHapusmodal utama ya persiapan materi, setidaknya dengan modal tersebut akan membuat anda percaya diri. saat tampil di muka umum akan jelas apa saja yang akan disampaikan kepada komunikan, apabila ada respon baik berupa pertanyaan,sanggahan,kritikan atau apapun anda akan mudah mengatasinya...
Hapusmaksudnya kalo mau menguasai situasi gtu lho bu..kan misal materi udah siap, tapi tetep tidak bisa menguasai sikon..pada akhirnya tetep gugup..
Hapus