Selasa, 21 Januari 2014

prinsip-prinsip Komunikasi



Prinsip-prinsip Komunikasi :
1.  Prinsip pertama, Komunikasi adalah  proses simbolik
  -  Susanne K. Langer, salah satu kebutuhan pokok manusia  adalah   kebutuhan akan  penggunaan lambang/simbol.
    -  Ernst Cassirer, keunggulan manusia atas mahluk lain adalah keistimewaan mereka sebagai Animal Symbolicum.
-          Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang.
-           lambang meliputi : kata-kata (pesan verbal), perilaku non verbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama.
-          Misal : pasang bendera untuk memperingati hari proklamasi.
-          Apa saja bisa dijadikan lambang, bergantung pada kesepakatan bersama. Lambang partai misal : kepala banteng untuk PDIP, pohon beringin untuk partai golkar, selain itu : ukuran baju : X, L, M, XL, S.
-          Makanan bisa juga dijadikan simbolik, misal : banyak orang makan di KFC, Mc.Donald, Pizza hut, dunkin donut, dll bukan karena mereka benar-benar menyukai makanannya melainkan karena makan di tempat seperti itu memberi mereka status tertentu. Padahal di negara asalnya Amerika Serikat justru orang kelas menengah ke bawah yang makan tempat-tempat tersebut.
-          Lokasi tempat tinggal juga bisa menjadi simbolis tertentu bagi penghuninya. Di kota besar orang sudah banyak yang lebih memilih tinggal di apartemen daripada di perumahan biasa.
-          Sebagian orang percaya bahwa angka tertentu mengandung makna  tertentu, misal : kualitas, kekuatan, keberuntungan ataupun kesialan.
-          Misal : angka 9 atau 10 seperti huruf A pada ujian mahasiswa seringkali diasosiasikan dengan kualitas atau prestasi yang bagus. Namun angka rendah pada urutan 1,2,3, justru menunjukan kualitas tertinggi bila digunakan  untuk mengukur calon anggota DPR atau DPRD.
-          Angka 7 atau 17  sering dianggap angka keberuntungan.
-          Sebagai satu-satunya mahluk yang menggunakan lambang, manusia seringkali lebih mementingkan lambang daripada hakikat yang dilambangkannya
-          Lambang pada dasarnya tidak mempunyai makna, tetapi kita yang memberi makna pada lambang. Maksudnya : makna sebenarnya ada di kepala kita bukan terletak pada lambang itu sendiri.
-          Menurut S.I Hayakawa hewan memperebutkan makanan dan kepemimpinan namun mereka tidak seperti manusia, tidak memperebutkan lambang-lambang seperti uang, saham, gelar, tanda pangkat, dll. Sebagian orang bahkan menggadaikan harga diri mereka pada lambang-lambang tertentu seperti model rambut,model pakaian, merk-merk tertentu, bahkan gelar bidang akademik kalau perlu mereka beli.
-          Meski tidak ada hubungan alami antara lambang dengan yang dilambangkannya banyak orang menganggap bahwa terdapat hubungan demikian.
-          Lambang itu bervariasi, dari satu budaya ke budaya lainnya, dari satu tempat ke tempat lain, dari konteks satu ke konteks lain. Begitu juga makna yang diberikan kepada lambang tersebut.
-          Di Indonesia dikenal istilah buku, di Inggris Book, jepang disebut Hon, di jerman buch, Belanda Boek, dan orang arab menamakan buku sebagai kitab.
-          Istilah lengser pada jaman dulu sebenarnya merujuk pada mundurnya seorang raja dari tahta namun dengan cara mulia dan terhormat.
-          Kini istilah lengser bahkan digunakan untuk mundurnya pejabat karena didemo, dipaksa dan dihujat rakyat.
2. Prinsip kedua, setiap perilaku memiliki potensi komunikasi
¢  We can not communicate,tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komunikasi. Komunikasi terjadi bila seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.
¢  Coba minta seseorang untuk tidak berkomunikasi, amat sulit karena setiap perilakunya punya potensi untuk ditafsirkan. Kalau ia tersenyum ditafsirkan bahagia, cemberut ditafsirkan ngambek. Bahkan ketika berdiam diri sekalipun itu berpotensi mengkomunikasikan banyak pesan.
¢  Orang lain mungkin menafsirkan diam kita sebagai malu, segan, ragu-ragu, tidak setuju,tidak peduli, marah bahkan malas atau pun bodoh.
3. Prinsip komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan
-   Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara non verbal.
      -  Dimensi isi menunjukan muatan (isi) komunikasi yaitu apa yang dikatakan.
- Sedangkan dimensi hubungan menunjukan bagaimana cara mengatakannya juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.
 
    4. Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan                              
      -  Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan     yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja.
 -  kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komunikasi. Meskipun kita sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, namun perilaku kita potensial ditafsirkan oleh orang lain. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain untuk menafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita
 5. Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
-  Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.
-   Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik dan ruang (termasuk iklim,suhu, intensitas cahaya), waktu, sosial dan psikologis.
¢  Topik yang lazim dibicarakan di rumah, tempat hiburan, tempat kerja seperti lelucon acara TV,mobil , bisnis sangat tidak etis dibicarakan di mesjid. Tertawa terbahak-bahak, memakai pakaian dengan warna menyala dianggap sebagai perilaku non verbal yang masih dianggap wajar di suatu pesta, namun dipersepsi kurang beradab andai dilakukan di acara pemakaman.
¢  Waktu mempengaruhi makna terhadap suatu pesan, misal dering telpon di malam hari akan dipersepsi lain dibandingkan jika telpon berdering di siang hari.
¢  Kehadiran orang lain sebagai konteks sosial juga akan mempengaruhi orang yang berkomunikasi. Contoh dua orang yang sedang berselisih akan merasa canggung bila tidak ada orang lain diantara mereka.namun hubungan mereka akan sedikit mencair bila ada satu atau beberapa orang diantara mereka.
¢  Suasana psikologis juga mempengaruhi suasana komunikasi. Komentar seorang isteri akan kenaikan harga sembako dan kurangnya uang belanja dari suami mungkin akan ditanggapi dengan kepala dingin jika disampaikan dalam keadaan biasa atau keadaan santai. Namun akan lain andai disampaikan saat suami baru pulang kerja dan baru dimarahi habis-habisan oleh atasannya.
6. Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi :
-          Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka. Dengan kata lain juga terikat oleh aturan atau tata krama.
-          Artinya orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespons. Prediksi ini tidak selalu disadari dan sering berlangsung cepat. Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya.
-           kita tidak dapat menyapa orangtua, dosen,bos dengan ‘kamu’ atau ‘elu’, kecuali bila anda bersedia menerima resikonya misal dianggap sebagai orang kurang ajar.
-          Kita juga tahu apa yang harus kita katakan (terima kasih) ketika menerima hadiah dari orang lain atau ketika anda menyenggol seseorang dengan sengaja (maaf).
-          Prinsip ini mengasumsikan bahwa hingga derajat tertentu ada keteraturan pada perilaku komunikasi manusia. Dengan kata lain perilaku manusia minimal secara parsial dapat diramalkan.
-          Kalau semua perilaku manusia itu bersifat acak, selalu tanpa diduga hidup kita akan sulit. Setiap bangun tidur kita akan merasa takut dan cemas karena kita tidak dapat menduga apa yang akan orang lakukan terhadap kita.
7. Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik : komunikasi ada 2 sistem , internal dan external .
-          Didalam diri setiap individu terdiri dari sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut.
-   Sisi internal adalah sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi yang ia serap selama sosialisasinya dalam berbagai lingkungan sosialnya (keluarga, masyarakat setempat, kelompok suku, kelompok agama, lembaga pendidikan, kelompok sebaya, tempat kerja dsb).
-  Istilah lain yang identik dengan sistem internal  adalah kerangka rujukan, bidang pengalaman, pola pikir, sikap.
¢  Pendeknya sistem internal ini mengandung unsur yang membentuk  individu yang unik, termasuk ciri-ciri kepribadian, intelegensi, pendidikan, pengetahuan,agama, bahasa, motif, keinginan, cita-cita dan semua pengalaman masa lalu yang pada dasarnya tersembunyi.
¢  Berbeda dengan sistem internal, sistem eksternal terdiri dari unsur-unsur  dalam lingkungan diluar individu, termasuk kata-kata yang ia pilih untuk berbicara, isyarat fisik peserta  komunikasi, kegaduhan di sekitarnya, penataan ruangan, cahaya, dan temperatur ruangan.
¢  Misalnya : bagi orang yang sedang patah hati, nyanyian sentimentil membuatnya mengharu biru dan menitikan air mata, sementara bagi orang didekatnya lagu itu bisa saja menyebalkan karena bersifat cengeng.
¢  Maka dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah produk dari perpaduan antara sistem internal dan sistem eksternal.
¢  Lingkungan dan objek mempengaruhi komunikasi kita, namun persepsi kita atas lingkungan kita juga mempengaruhi cara kita berperilaku.
8. Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi
-          Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi).
-          Misal : penjual yang datang ke rumah untuk mempromosikan barang dianggap telah melakukan komunikasi efektif bila akhirnya tuan rumah membeli barang ia tawarkan sesuai dengan  barang yang dibelinya.
-          Makna suatu pesan, baik verbal maupun non verbal pada dasarnya terikat budaya. Makna penuh suatu humor dalam bahasa daaerah hanya akan dapat dimengerti oleh penutur asli bahasa bersangkutan. Penutur asli akan tertawa terbahak-bahak mendengar humor tersebut, sementara orang lain mungkin akan bengong meskipun mereka secara harfiah memahami kata-kata dalam humor tersebut.
-          Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama,  maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan.
9. Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial
- Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.
-  Beberapa pakar komunikasi mengakui sifat sirkuler atau 2 arah komunikasi, seperti Frank Dance, Kincaid dan Schramm menyebut model komunikasi antar manusia yang memusat.
    Komunikasi sirkuler ditandai beberapa hal berikut :
1.  Orang-orang yang berkomunikasi dianggap setara, misal : komunikator A dan komunikator B bukan sender dan receiver.  Dengan kata lain mereka mengirim dan menerima pesan pada saat yang sama.
2.  Proses komunikasi berjalan timbal balik (dua arah), karena itu modelnya pun tidak lagi ditandai dengan suatu garis lurus bersifat linier (satu arah).
3.  Dalam praktiknya, kita tidak lagi membedakan pesan dengan umpan balik, karena pesan komunikator A sekaligus umpan balik bagi komunikator B, dan sebaliknya umpan balik B sekaligus merupakan pesan B , begitu seterusnya.
4.  Komunikasi yang terjadi sebenarnya jauh lebih rumit, misalnya komunikasi antara dua orang juga sebenarnya simultan  melibatkan komunikasi dengan diri sendiri (berfikir) sebagai mekanisme untuk menanggapi pihak lainnya.
10. Prinsip10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
-  Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.
-          komunikasi tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, melainkan merupakan proses yang berkesinambungan (continuous).
-       Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan serta perilakunya.
¢  Ada orang yang perubahannya sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu tetapi perubahan  akhirnya secara kumulatif sangat besar.
¢  Namun ada juga orang yang berubah secara tiba-tiba, melalui cuci otak atau konversi agama misal dari seorang nasionalis menjadi komunis atau dari seorang hindu menjadi kristen atau muslim.
¢  Sebetulnya para peserta komunikasi merupakan sumber informasi dan masing-masing memberi serta menerima pesan secara bersamaan/serentak. Lebih lanjut lagi keduanya pada saat yang sama saling mempengaruhi.
¢  Pandangan dinamis dan transaksional memberi penekanan bahwa anda mengalami perubahan sebagai hasil terjadinya komunikasi.
¢  Penelitian menunjukan bahwa bila anda berusaha membujuk orang lain, maka seringkali anda menjadi orang yang paling terbujuk. Contoh : Alcoholics anonymous (organisasi penampung pecandu alkohol yang ingin sembuh di USA) telah mempraktekan prinsip ini selama bertahun-tahun.
¢  Orang yang mengangkat suara di tengah suatu pertemuan serta membujuk orang lain agar tidak mabuk, pada saat yang sama berusaha keras untuk membujuk dirinya untuk tidak mabuk.
¢  Jadi perspektif transaksional memberi  penekanan pada dua sifat peristiwa komunikasi yaitu serentak dan saling mempengaruhi. Para pesertanya menjadi saling bergantung dan komunikasi mereka hanya dapat dianalisa berdasarkan konteks peristiwa
11. Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible
   Suatu perilaku adalah suatu peristiwa, karena merupakan suatu peristiwa, perilaku berlangsung dalam waktu dan tidak dapat diambil kembali.
   Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.
12. Prinsip 12 : komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah
¢  Banyak persoalan dan konflik antar manusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi bukanlah panasea (obat mujarab) untuk menyelesaikan konflik, karena persoalan/konflik mungkin berkaitan dengan masalah struktural.
¢  Agar komunikasi efektif, kendala struktural ini juga harus diatasi. Misal ; meski pemerintah bersusah payah menjalin komunikasi dengan warga Aceh dan warga papua, usaha tersebut tidak mungkin berhasil bila pemerintah memberlakukan masyarakat di wilayah tersebut secara tidak adil, dengan merampas kekayaan alam mereka dan mengangkutnya ke pusat.
¢  Komunikasi antar berbagai etnik baik warga tionghoa dengan warga pribumi, antara suku madura dengan suku dayak di sambas, juga tidak akan efektif bila masih ada gap kesenjangan ekonomi yang lebar antara pihak-pihat tersebut. Juga bila pihak-pihak tertentu tidak memperoleh akses atau mengalami diskriminasi dalam lapangan pekerjaan yang seharusnya terbuka juga bagi mereka.
¢  Hubungan warga tionghoa dengan pribumi akan semakin baik bila mereka diperbolehkan jadi PNS, atau anggota TNI, tidak hanya sebagai pedagang atau pegawai bank swasta seperti yang terjadi saat ini.




3 komentar:

  1. Cara berkomunikasi verbar di depan banyak orang supaya tidak gugup bagimana bu tipsnya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. modal utama ya persiapan materi, setidaknya dengan modal tersebut akan membuat anda percaya diri. saat tampil di muka umum akan jelas apa saja yang akan disampaikan kepada komunikan, apabila ada respon baik berupa pertanyaan,sanggahan,kritikan atau apapun anda akan mudah mengatasinya...

      Hapus
    2. maksudnya kalo mau menguasai situasi gtu lho bu..kan misal materi udah siap, tapi tetep tidak bisa menguasai sikon..pada akhirnya tetep gugup..

      Hapus